Skip to main content

Toleransi Beragama

  • Latar Belakang

Keberagaman memanglah anugerah tuhan yang tak bisa kita hilangkan. Negara Kesatuan Repuplik Indonesia dengan berjuta perbedaan dalam setiap rakyatnya tersimpan anugerah yang patut disyukuri. Perbedaan suku, budaya, ras, bahasa, warna kulit dan juga agama yang sangat variatif tak dapat ditemui di belahan dunia lainnya. Tentu ini memang sudah takdir tuhan. Beruntungnya hal ini tidak berusaha untuk dihilangkan dari Indonesia. Justru hal ini menjadi suatu kelebihan yang terus dijaga. Bahkan, motto bangsa Indonesia sendiri sangat berkaitan dengan hal ini, “Bhinneka Tunggal Ika” memliki arti berbeda-beda namun tetap satu. Motto tersebut sangat membuktikan bagaimana seharusnya bangsa Indonesia ini bertindak dalam menanggapi perbedaan ini.


Potensi keberagaman apabila terjalin dengan baik akan menjadi suatu kekuatan besar sekaligus kekayaan budaya bagi negara yang tak ternilai harganya. Namun, perbedaan ini juga dapat berpotensi yang mengarah kepada pemicu konflik dan dapat menjadi pertikaian. Tak dapat dipungkiri bahwasannya dimasa sekarang masih banyak yang memandang perbedaan ini malah menjadikan segilintir orang bersikap etnosentrisme, memandang golongannya lebih baik dari yang lain. Dan permasalah ini pun tak pernah terselesaikan. Meski dengan berbagai upaya pemerintah dalam memberikan penyuluhan, tetap saja masih banyak pelaku diskriminasi dan intoleran.


Dalam beragama pun tentu harus sama, norma yang berlaku di masyarakat harus tetap dilaksanakan dalam hal yang berkaitan dengan agama. Bukan berarti pemeluk agama islam bisa semena mena bertindak yang tidak pantas terhadap agama lain, bersikap ekstrimis terhadap agamanya. Bahkan dalam ajaran islam yang sebenarnya mengenai toloransi beragama ini sangat indah.


  • Islam memandang perbedaan

Pluralisme adalah paham yang menghargai perbedaan dalam suatu masyarakat dan memungkinkan kelompok-kelompok yang berbeda tersebut mempertahankan keunikan dalam perbedaan mereka masing-masing. Keberagaman atau pluralisme dalam suatu masyarakat harus selalu dipandang positif dan optimis sebagai suatu kondisi faktual dan dirasakan oleh seluruh anggota masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Islam memandang bahwa pluralisme adalah sesuatu yang alamiah dalam suatu kehidupan manusia. Al Qur'an sebagai pedoman hidup dan sumber hukum dalam bertindak umat islam sangat menghargai pluralitas sebagai suatu keniscayaan manusia di bumi. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur'an surah Al Hujurat ayat 13 yang memiliki arti :


"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti."


Dalam dalil tersebut telah menunjukkan bahwasannya perbedaan ini adalah hal yang sudah alamiah Allah ciptakan dan tak bisa dihindari. Tugas kita sebaga manusia adalah hidup rukun dalam perbedaan ini dan bisa berfikir atas takdir yang Allah berikan. Hal ini dapat memberikan pencerahan pemahaman kita untuk bisa saling menghormati satu sama lain. Bersikap untuk tidak diskriminatif pada orang lain, tidak mengolok-olok satu sama lain, berusaha untuk menjaga perbedaan ini tetap rukun dan berjalan sebagaimana mestinya. Kemudian bagaimana dengan perbedaan dalam beragama? Apakah kita memandang semua agama itu benar dan kita bisa bertindak dengan mengikuti juga agama lain beribadah dan lain sebagainya?


  • Toleransi beragama

Dalam beragama tentu ada aturan dalam menanggapi perbedaan agama. Kita tak bisa sembarangan bertindak. Karena dalam aturan agama masing-masing tentu ada aturannya. Terutama dalam agama islam mengenai bertoleransi kita tak bisa sembarangan merayakan hari besar agama lain dan melakukan perbuatan yang biasa dilakukan agama lain.


Saat ini memang asumsi terhadap pluralisme yaitu menganggap agama-agama pada posisi setara, apapun jenis agama itu. Pluralisme agama meyakini bahwa semua agama adalah jalan yang sah menuju tuhan yang sama. Agama adalah persepsi manusia yang relatif terhadap tuhannya sehingga karena kerelatifannya maka semua agama tidak boleh mengklaim atau meyakini bahwa agamanya lebih benar dari agama lain.


Hal tersebut merupakan suatu kekeliruan terhadap pemahaman mengenai pluralisme. Paham pluralisme bukan menganggap semua agama itu sama. Tetapi, memiliki pemahaman yaitu menganggap perlakuan kita kepada umat beragama sama, tidak ada yang namanya diskriminasi. Serta, saling menghormati dan menghargai terhadap suku, etnis, dan agama.


Islam memandang perbedaan beragama ini dengan sangat bijak. Tidak dengan menyerang namun tetap bisa menjaga untuk dalam jalan yang benar. Bukan dengan ikut campur dengan urusan agama lain, namun tetap terus menjaga bagaimana agamanya mengajarkan. Sebagaimana telah disebutkan dalam firman Allah Swt. Quran surat Al Kafirun ayat 6, yang memiliki arti:


“Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”


Ayat ini menjelaskan bahwasannya tidak ada dalam toleransi tukar menukar dalam memeluk agama, tidak dengan ikut-ikutan dalam agama lain terkait hal-hal yang memang sangat terikat dengan agama lain tersebut. Namun haruslah bersikap saling menghormati satu sama lain. Dengan tidak mengganggu peribadahan agama lain, saling menghormati, bahkan tidak menyerang satu sama lain atau menjatuhkan satu sama lain. Seharusnya dengan begitu dapat terwujudkan lingkungan yang harmoni dalam perbedaan agama.


Bahkan dalam islam pun diatur mengenai sikap yang harus dilakukan ketika menyampaikan pendapatnya tentang diskusi agamanya, dalam islam pun dilarang untuk seorang pemeluknya memaksakan agamanya untuk diterima orang yang tidak beragama islam. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 256, yang artinya: 


“Tidak ada paksaan dalam memeluk agama. Sungguh telah jelas antara kebenaran dan kesesatan”


Indahnya perbedaan, indahnya menghormati orang lain ketika memiliki pemahaman. Untuk seseorang bisa menerima islam saja harus murni dari pemahaman individu yang telah bisa membedakan kebenaran dan kesesatan. Oleh karena itu, pandangan umat islam yang sejati haruslah sesuai dengan yang diajarkan dalam Alquran dan Assunnah. Tidak meamaksas dan menganggap golongannya lebih baik dari yang lain, sehingga meninmbulkan perbuatan yang justru malah membuat statement buruk terhadap agama islam dan dicap sebagai agama yang sarat akan kekerasan serta dianggap sebagai teroris.


  • Sejarah kehidupan beragama

Kehidupan yang penuh keberagaman ini pernah dilalui oleh umat islam pada zaman dahulu ketika islam bisa menguasai hampir dua pertiga dunia. Selama masa itu toleransi antar umat beragama sangat harmoni. Diseluruh penjuru kekuasaan daulah islam saat itu semua bisa melaksanakan ibadah agamnya masing-masing. Pemerintah memberikan fasilitas ibadah dari tiap-tiap pemeluk agama. Ketika islam datang kepada suatu daerah untuk tujuan menyebarkan ajaran islam yang benar, mereka tidak melakukan semena-mena terhadap penduduk setempat. Itulah memang seharusnya yang menjadi wajah sesungguhnya dari agama islam yang rahmatan lil ‘alamin. 


Dalam hal peradilan di daulah islam pun tetap menggagap sama antara umat islam dan umat non-islam. Tidak dibeda-bedakan agama mereka dihadapan hukum peradilan. Dalam sebuah cerita ketika di Madinah ada seorang yahudi yang memiliki sebuah sumur dan ada seorang sahabat yang saat itu memaksa yahudi tersebut untuk dibeli. Namun yahudi itu tetap tidak ingin menjual sumur tersebut dan mengadukan perbuatan sahabat tersebut kepada khalifah. Setelah itu, datangalah surat dari khalifah kepada sahabat tersebut berupa teguran. Namun dari situ justru malah membuat yahudi tersebut merasa diberikan keadilan dan akhirnya malah menyumbangkan sumur tersebut kepada masyarakat.


  • Simpulan 

Sebagai masyarakat yang hidup di negara yang penuh dan kaya akan keberagamannya tentu kita haruslah bisa memanfaatkan hal tersebut sebagai suatu potensi menjadi negera yang unggul dan bisa berpengaruh di dunia internasional. Pentingannya pandangan dunia terhadap negara Indonesia ini haruslah menjadi motivasi kita untuk berbuat yang lebih baik lagi dan bisa menjadi contoh untuk dunia sebagai negara yang bisa membawa keharmonisan di tengah keberagaman.


Sebagai negara dengan jumlah pemeluk islam terbesar di dunia, tentu hal ini akan menjadi suatu keadaan yang menjadikan Indonesia sebagai teladan akan keharmonisan dalam keberagaman agamanya. Aturan islam yang sesungguhnya yang segarusnya membawa sebuah keharmonisan dan bukan malah menjadikan islam sebagai agama yang teroris dan ekstrimis. Jadilah masyarakat yang bijak dan baik dan bisa berbuat sesuai dengan aturan agama dan juga aturan negara. Dan tentu pula menghindari terpancingnya akan adu domba antar umat beragama. Wujudkan Indonesia yang inklusi akan segala bentuk perbedaan yang ada di negara tercinta ini.

Comments

Popular posts from this blog

3D Rad

3D Rad adalah software pembuat game 3D yang gratis 3D Rad memiliki kelebihan dan kekurangan yaitu : Kelebihan :  1.Gampang 2.Gratis 3.Sudah diberi objek seperti mobil,terrain,background Dll. Kekurangan :  1.Grafiknya kurang bagus 2.Objek terbatas jika kalian ingin mendownloadnya bisa langsung di website resminya  disini Screenshot :  Terimakasih

Pivot Animator

Yap, Pivot Animator ini adalah software pembuat animasi bergerak Software ini gratis, software ini boleh dipakai oleh para animator professional dan para animator yang masih pemula ini dia gambar untuk pivot Kalian bisa mendownloadnya dengan gratis di website resminya  disini Kalian juga bisa mendownload Stick Packnya  disini  dan  disini lain kali, saya akan memberikan tutorial untuk Pivot Animator ini Terimakasih